Minggu, 24 Mei 2009

SSP 2009

_____________________________________________________________________________________
”Li, SSP jadi seksi apa?”

“Hah? Um… dekor kalo gak salah.”

“Trus udah ngapain ajah?“

“Ngapain—um... gak tau gw. Gak pernah ngumpul, gabut soalnya.“

_____________________________________________________________________________________

Itu yang terjadi taun lalu. Nah, kalau taun sekarang?
_____________________________________________________________________________________

“Duh, kekurangan kardus nih. Duh, ntar bikin pohonnya pake apa yah? Waduh, kok disuruh bikin ID juga sih? Lah, kenapa yang datang kumpul cuma dikit ini? Padahal kan udah di jarkom. Aaarghh... pulsa gw abis lagi gara-gara ngejarkom. Waduh, udah H min sebulan belum bikin apa-apa lagi bwt dekor. AAAARGHHH...“

“ILY SEMANGAT!“

“.....................................................“

_____________________________________________________________________________________

Yep. Itulah yang terjadi tahun ini. Lieur, panik, pusing, semuanya menjadi homogen. Dan gw yakin, hal yang sama terjadi juga pada para koordinator. Juju raja, menurut gw jabatan paling sulit dalam kancah pereskulan Smansa adalah menjadi (ketua) koordinator. Well, kenapa? Bukannya gw ngegampangin tugas DH, tapi menurut gw (ketua) coordinator adalah jabatan yang ibaratnya ‘langsung turun ke lapangan’. Karena koordinator itu yang langsung ngerangkul, ngajakin para anggota—which is fondasi dari organisasi itu—untuk ikutan bekerja. Nah, kebanyakan anggota itu gabut-gabut. Dan kalo banyak yang gabut, yang kena imbas ya koornya. Yah, pokoknya jackpot deh yang dapet jabatan koor.

Dan gw telah mendapatkan jackpot, dobel lagi.

Seperti yang dipostingan yang lalu, gw emang jadi kakoor divisi kimia. Nah, dalam SSP ini ternyata gw mengemban amanah jadi koor dekorasi (padahal taun lalu jadi anggota juga gabut gelow). Dan saat tugas presentasi penelitian berduet dengan ngedekor adalah nightmare bagi gw. So, wejangan dari gw:

Jangan mau jadi kakoor divisi kegiatan trus jadi koor di SSP. It’s a nightmare.
*ditampol DH*

Oke, dalam SSP ini gw paling Cuma ngebahas dekor aja yah. Soalnya yg lainnya gw gak terlalu merhatiin. Hoho.

Oke, dimulai dari job desk pertama yang terselesaikan. Please welcome—the logo of the SeSeP!!



Disketch dulu pake pensil sama gw dan Dessu. Trus gw foto pake digicam, lalu dijiplak pake Corel Draw. Shadow sama fontnya pertolongan Adobe Photoshop.

Uwoooh. Lalu setelah membuat logo, dekor hiatus dulu akibat gw sibuk nyiapin penelitian. Akhirnya setelah bulan Maret—pertengahan April kalo ndak salah—dekor mulai menyusun rencana. (halah) Konsep awal memang membuat aula nampak seperti hutan. Dan gw pun mulai mempertimbangkan untuk membuat sulur-sulur dari koran yang di-wantex coklat trus dililitin ke kawat. Untuk binatang-binatangnya, digambar manual di atas Koran trus dicat pake acrylic. Setelah itu ditempel di kardus. Nah, buat pohonnya awalnya belum tau. Pokoknya, intinya gw pengen dekor taun ini itu pake barang-barang bekas, biar ramah lingkungan gitu loh. (bilang aja kagak modal)

Oke, rencana sudah tersusun—waktunya mengumpulkan anak-anak. Berbagai jarkom sudah dilayangkan, namun hanya sedikit yang mengamanahi. Pedih, memang. (lebai gelow gua) Tapi mau bagaimana lagi? Akhirnya gw pun tidak mengandalkan jarkom, alias gw datengin anak-anaknya satu-satu! Berhasil, lumayan sih. Yang gak pernah ngumpul jadi ikut kumpul—walo ada yang Cuma sekali sih. Yah, setidaknya semuanya sudah bekerja, kalo menurut gw. Walo sebenernya ada satu yang gak kerja sama sekali karena dia sibuk banget ngurusin acara eskul lain. Karena gw koor yang baik hati nan tidak sombong, gw ijinin lah. (huek)

Walhasil, waktu terus berjalan. Gw yang emang dari sononya pemales jadi belum ngapa-ngapain bwt dekor. Gw terlena dengan ulangan-ulangan dan tugas sekolah, hingga pada H min sebulan, gw terperanjat dan langsung berteriak keras, “OHMYGOAT! DEKOR BELUM NGAPA-NGAPAIN IEU!“

Oke, lebai.

Tapi untungnya, atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa, gw bisa bertahan. Gw pun mulai terlihat seperti maniak, karena tiap ketemu anak dekor selalu mengancam mengajak bekerja. Walhasil, tibalah hari Jum‘at, sesaat sebelum libur UAN. Gw merencanakan membuat backdrop bersama yg lain. Tapi yang kerja cuma beberapa orang. Nasiiib...nasib.

Walhasil backdropnya belum beres. Jadinya dilanjutin dirumah Dessu (thengkyou peri mach!) waktu hari Rabu pas libur UAN. Sungguh tidak menyenangkan, kawan. Saat teman-temanmu meng-IM, “Liburan kemana, Ly?“ Gw hanya menjawab, “Liburan gw buat SSP.“ (aaaseeekk...)

Hasilnya, sangat tidak mengecewakan ternyata. Kalo diliat dari jauh sih bagus banget. Kalo dari deket..keliatan nistanya nih. Haha. Cat-cat yang tebel tipis lantaran banyak ngoplos. Wkwkwk. Btw, backdrop ukuran 4 x 1.5 m ini dibuat dengan budget kurang lebih 140 rb. Mahal weh.


Backdrop sudah dipasang di aula.

Ternyata backdrop beres bukan berarti gw bisa bernapas dengan lega. Dekoran yang lainnya kan belum beres. Uwow. Gw pun kelimpungan. Tapi kemudian Deden sang ketupat yang baik hati nan tidak sombong pun menawarkan agar semua panitia membantu dekor. Gw dengan semangat ‘45 langsung mengatakan ‘OH YEAH‘ dan mulai menyusun strategi lagi. Walhasil, liburan 3 hari UAS gw kontribusikan bwt SSP lagi. Lumayan banyak panitia yang dateng (tengkiu! muach! hoek) Dan karena agenda hari ini menggambar dan mewarnai binatang, walhasil di altar jadi udah berasa TK ajah. Hari itu cukup produktif, menghasilkan beberapa binatang, diantaranya sapi, ayam, kodok, beruang (dibuatnya hari lain sih), dll.

Daaaan—hari terus berlanjut. Gw mulai memikirkan, kapan membuat sulur? Walhasil H minus 2 hari mulai membuat sulur. Yang bantuin gak terlalu banyak sih, soalnya rata-rata pada capek abis KORMA. Gw sendiri sih gak ikut, walo sebenernya panitia, dekor lagi. *ditabok* Abisnya kalo gw ikut gw pasti tepar en gak bisa ngedekor. Maap yeh panitia-panitia KORMA!

Well, well, well. Tanggal 11 Mei. SSP dimulai. Good news bwt dekor, soalnya aula dipakai tanggal 13 Mei, so ngedekor aulanya hari Rabu. Hari Selasanya, gw pun mulai menyelesaikan si sulur. And thanks Lulu, sudah member ide bikin pohon dari bungkus semen. And thanks to supirnya Deden, sudah mencarikan bungkus semen. (mmuach. *hoeck*) Tapi kan rencananya sore Selasa ini mau masang dekor. Tapi karena keresean sekolah yang alamakjang aula bari dibuka jam 5 sore. Karena waktu yg tak memadai, gw memutuskan untuk didispenkan saja pas hari Rabu. Deden pun mengiyakan, gw meminta Dessu, Lulu, dan Dinda untuk mendampingi gw mendekor. *halah*

Hari Rabu. Gw dkk dispen dari pagi—oyeah. Blablablablabla—mulai mendekor. Hasilnya seperti ini:


Gw, Dinda, Dessu.


Dessu (paling belakang), Gw, Dinda


Well, udah pada tau kan?

Dekor pun selesai. Alhamdulillah. Panitia yang laen, guru-guru, alumni, dan peserta pun memujinya. ALHAMDULILLAH. Rasanya gw pengen sujud syukur saat itu juga. Dan setelah itu—acara pun berlangsung. Dan kerjaan gw beres. Hoho. Enaknya jadi sie dekor gini nih. Pas udh prek acaranya nyantai. Tp yg ga enaknya sebelum-sebelumnya yang repot bin riweuh. Hoho.

FYI, dekor tahun ini cuma ngeluarin 195.200 rupiah. Selisih berapaa gitu *males ngitung* sama dekor tahun lalu yang hampir 300rb-an. Hoho. Gw emang titisan Mr. Krab.

CLOSING

Wew. Saat closing (hari Minggu 23 Mei) pun tiba. Dekor? Tinggal dipindahin dari aula ke tenda doang sih. Hehe. Tapi maap yah panitia gw gak dateng pas masang dekor di tenda. Abisnya kalo Sabtunya dateng ntar pas closingnya gak boleh dateng. Hiks. Nasip. Dan—sayangnya, gw gak moto-moto nih pas closing. Saat closing gw sibuk nyiapin stand kimia—which is yang gaje en bakar briket doang gara-gara percobaan ‘instant ice’ gagal. Hiks. Nasip.

Tapi overall, closing keren pisan. Walo hari Minggu jd yg dateng keliatannya dikit, tapi acara bisa terlihat bersemangat en ceria. *mutilasi jempol orang* 8 jempol deh buat Host Closing yg heboh sendiri, garing, tapi seru—Indri en Anoy (Yani kuadrat). Trus standing ovation deh buat panitia, soalnya guru-guru en peserta juga pada muji. Trus acara pun ditutup dengan poto-poto lalu dilanjutkan dengan Rapat Evaluasi yang jadi mirip muhassabah sampe pulang dari sekolah jam 7 malem. Pas Rapel, banyak yang nangis akibat pada flashback. Tapi gw gak bisa nangis, soalnya gw seneng. Kalo gw seneng ya gw ketawa, gak bisa nangis. Hoho.

Pokoe SSP mantap dah! Taun depan gw gak mau tau, harus lebih keren dari taun ini! KIR’ers Perisai Kesatria, I DARE YOU! *dibekep*

(syudah ah pegel)

Sabtu, 11 April 2009

Hikayat si Ndut.

Alkisah di sebuah negeri tempe, hiduplah seorang anak perempuan, berkulit sawo matang, berambut lebat seperti singa jantan, mempunyai kelebihan; yaitu berat badan. bernama F**L* atau kita sebut saja si Ndut. Si Ndut ini merupakan anak yang aneh. Terlalu banyak anomali dalam dirinya, karena sifatnya yang sering berubah-ubah tak tentu. Terkadang baik, terkadang nyeremin. Kadang membuat orang tertawa, kadang membuat orang menangis. Yah, pokoknya begitulah. Intinya, jangan dekat-dekat dengan si Ndut ini, atau kalian sendiri yang akan merasakan akibatnya. Mwuahahaa!!

Oke, cerita pun terus berlanjut. Dan alhamdulillah si Ndut ini dapat bertahan hidup sampai jenjang High School alias SMA. Dia pun masih tumbuh menjadi anak yang berkepribadian ganda. Akan tetapi keanehan mulai muncul saat ia beranjak kelas 2. Mendadak, banyak temannya yang memberikan amanah padanya. Sebenernya gak banyak-banyak amat siih. Tapi ya... mungkin emang amanahnya itu banyak aja kali yak? *ditabok pembaca karena geje*

Oke, oke, maaf telah meracau. Deskripsi instable. Akhirnya dengan pasrah si Ndut pun menerima kedua amanah yang berasal dari satu eskul tersebut, walaupun awalnya ia merasa kaget, dan muncul pertanyaan di benaknya, 'kenapa orang seimbisilaneh saya ini bisa mendapat kepercayaan seperti itu?". Akan tetapi akhirnya ia pun makin pasrah dan menerima keadaan, hingga perjuangan menjalankan amanah itu pun dimulai.

Awalnya, proses penjalanan amanah tersebut sepertinya berjalan baik. Intinya, ia tidak terlalu stress dengan amanah yang telah diberikan tersebut. Akan tetapi tiba-tiba, semua itu berubah [backsound: eng-ing-eeng] saat si Ndut mulai iseng dan mencoba peruntungan dalam bidang kimia. Ia pun ikut tes yang bernama 'Olimpiade Kimia' di sekolahnya. Kemudian dengan tampang tengil karena datang ngaret 35 menit dari waktu tes, ia pun mengerjakan soal dengan selow. Selow walaupun soalnya sama sekali gak nyelow. Walhasil cuma 15% soal keisi dengan 10%-nya adalah racauan.

Oke, oke, oke. Kehidupan terus berlanjut. Si Ndut pun masih terus menjalankan amanah wajibnya sebagai pelajar yaitu mengerjakan tugas sambil mengemban amanah eskulnya (menjadi koor kuadrat). Akan tetapi kestabilan dari ketiga atom yang bernama amanah itu pun terganggu ketika salah satu ikatana rangkap membuka sehinnga si atom mengikat atom sejenis lain. Ingat, bahwa atom amanah punya tangan empat, karena elektron valensinya 4.

Stop all these chemi-things, Ndut.

Intinya, si amanah pun bertambah, ketika ada berita bahwa ia lulus seleksi olimpiade tersebut. Ia tak tahu harus senang atau sedih, karena hatinya pun bergumul perasaan antara malas dan rajin. Akan tetapi dirinya pun mencoba untuk nyelow, hingga pada saat...

[beksound: jreeeng!]

...seluruh kalender dunia dibalik ke angka 4. Yap, bulan April. Dimana bulan yang penuh dengan tugas bejibun, ulangan bejibun, serta pelaksanaan amanah koor kuadrat itu sedang gress dilakasanakan. Dan berita buruknya, seleksi olimpiade tingkat kota pun dimulai bulan April, sehingga banyak dilaksanankan pelatihan-pelatihan (baca: pembakaran otak) yang dilaksanakan di gedung FAPET, bagian FMIPA-IPB. Dispen pun gencar dilakukan, membuat hutang tugas plus ulangan makin menumpuk. Belum lagi dengan amanah koor kuadrat yang belum difungsikan dengan baik. Ah, rasanya si Ndut ini ingin mati suri saja untuk beberapa bulan.

Dan hingga sekarang...keadaan pun masih terus berlanjut. Dan bodohnya lagi, si Ndut ini bukannya belajar dan mengerjakan hal yang tidak penting. Contohnya seperti meng-update blognya yang sudah mulai membusuk dan akan terurai oleh detritivor.

Jadi intinya... bagaimana kisah kelanjutan si Ndut ini? Apakah dia akan mengemban amanahnya dengan baik?? Well--kita lihat saja. {dalam hati: doakan saya ya!)

Salam gelow.

Senin, 12 Januari 2009

Family Day 2008

Duuuh... Hapunten pisan, maa'aaap udah lama ga diupdate...
Maap yaaah para pembaca setia blogkuuu...!!! (kaya bnyk yg baca aja)
Lop yu mmuaach...muuaachh!! (cuih..cuih...)

Hehehehehh...
Skrg mau nyeritain tentang Family Day niih. Jadi gini lho ceritanya...

Pada hari Sabtu, kurang lebih tanggal 20 Desember 2008 gw sekeluarga [bokap, nyokap, teteh, ade] berencana mengikuti acara Family Day yg diseleggarain oleh perusahaan-tempat-bokap-gua-bekerja. Dan tempat acaranya adalah di DUFAN. Wao!! Gua bener-bener excited bgd pas tau mau ada acara kayak begonoan. Apalagi acaranya GRATIS. Makan, minum, BAB, pokoknya smuanya ditanggung deuh. Hehehe... Pokoknya tanggal 20 Des 08 itu bener" hari yg gua tunggu-tunggu.

Sampai pada suatu saat setelah ulangan umum tibalah juga hari itu. Gua pun bangun pagi-pagi dan segera bersiap-siap buat pergi. Akhirnya kira-kira jam 8an kita sekeluarga nyampe di Dupan.

Acara pun dimulai dengan gadje. Soalnya ujan c, jadinya acaranya rada lieur gitu. Katanya sih perusahaan-tempat-bokap-gua-bekerja itu telah menyewa beberapa wahana diDupan KHUSUS untuk dipake ama peserta Family Day utk jam 09.00-11.00. Tapi berhubung ujan gerimis yaa...jadinya beberapa menit-yg seharusnya digunain buat maen-malah terbuang buat berteduh.

Bosan berteduh, akhirnya kami sekeluarga menaiki wahana yg gak bikin kehujanan. Dan yg ada saat itu adalah ISTANA BONEKA. Yaudahdeh, jadinye kitekite pada ke istana boneka.

Abis ke istana boneka, gw cs bingung pada mw naek apa. Akhirnya nyokap, ade, sama teteh langsung ujug-ujug ngantri naek alap-alap (halilintar kecil). Gw dan bokap gw entah kenapa merasa kurang tertantang dengan wahana tersebut. Ujug-ujug bokap gw nawarin, "Naek TORNADO yuk!" Gw pun tanpa basabasi lagu langsung meng-hayukan ajakan bokap gw dan langsung naek tornado yg tempatnya ga jauh dr alap-alap.

FYI: bokap n gw sbnrnya ga tau naek tornado tuh diapain, mereka pikir naik tornado tuh cuma diangkat-angkat doang.

Karna masih pagi, antrian sangaaaatt sepi. Gw n bokap langsung buruburu lari dan ternyata pas banget, tinggal 2 korsi yang kosong disitu. Gw pun langsung duduk disana. Tiba-tiba terdengar suara dari speaker-yg ternyata suara si abang-abang dupan-yang berbunyi:
"Udah siaaap bellooooomm...???" (dengan nada bencong)
Penonton: "Udaaaah...."
Abang-abang dupan: "Udaaah siaaaap yaaaa... 1, 2, 3...!!!"

Plek! Sabuk pun dikencangkan. Dan tiba..tiba... BREEEEETTT!!!! Ujan deres banget turun! s*it, d*mn!! gw pun mengumpat dalam hati. Dan ternyata, si abang-abang bencong tersebut terus menjalankan mesinnya. Yak temen-temen, Gue naek TORNADO disertai HUJAN YANG AMAT SANGAT TERAMAT DERAS SEKALI.

Gua pun mencoba teriak, "Aaarrggh..oookk...ookk...ohokohok..." tapi tidak bisa. Kalo gua teriak, aer ujan masuk ke mulut gw. Akhirnya gw pun pasrah, gak tau harus mo ngapain. Sementara orang india-arab disebelah gw teriak, "Allahu akbar!! Allahu akbar!!" Seeet! Gua langsung teringat. Gua pun langsung mengumandangkan takbir saat naik tornado. Allahu akbar, Allahu akbar.

Akhirnya setelah beberapa menit, (terasa berjam" sama gw) wahana pun selesai. Semua orang langsung ngibrit keluar karna ujannya deress banget. Eeeh, pas gua keluar, UJANNYA BERHENTI. Sh*it! gw mengumpat lagi dalam hati. Kayaknya itu ujan emang 'sengaja disiapin' buat naek tornado tadi. Huuft...tapi tak apalahh... Yang penting SERU. Hohohooo...

Setelah itu, gw dan bokap nungguin nyokap cs yg lagi pada naek alap-alap. Kita berdua udh kaya orang abis kecebur got ajah. Abisnya udah mah basah kuyup pisan, ga ujan sama sekali lagi. Temen-temen bokap pun bnyk yg nanyain, "Ko basah?? Abis naek apaah?? Arung jeram?? Niagara-gara??" Bokap gw pun menjawab dengan santai, "Tornado." Temen-temennya langsung cangak, "Haaaaahhh??"

Yap, begitulah nasip kami. Hingga pada suatu saat nyokap cs sdh selesai naik alap-alap dan kami sekeluarga jalan-jalan lagi buat nyari wahana buat dinaikin. Akhirnya teteh gw memutuskan untuk naik HALILINTAR. Setelah berdiskusi, ternyata nyokap kaga berani naik halilintar, walhasil yg naek cm gw, bokap, n teteh.

Pas naek halilintar, kita bertiga merasa biasa-biasa saja. Halilintar pun mulai naik, mengikuti rute relnya yang melengkung menyerupai gunung. Ckereketetett! tiba-tiba si Halilintar berbunyi. Gw pun mulai merasa haneh. Apa halilintarnya rusak ya? Apa ada yang ga beres ya?? Apa...apa... ucap gw dalam hati. Set! Tiba-tiba si Halilintar berhenti. Gw pun merasa aneh, dan akhirnya bertanya pada teteh gw, "Teh, emang sengaja diberentiin bkn? Biar tmbh seru ntar pas turun?" Teteh gw jawab, "Menegenehe, teteh kan baru pertama kali naek halilintar!"

Gw pun merasa ada yg tidak beres. Tapi gw pun mencoba berpikir positip. Mungkin aja emang diginiin biar seru, pikir gua.

10 menit kemudian...HALILINTAR TAK KUNJUNG BERGERAK JUGA. Gw mulai merasa gelisah. Orang-orang laen juga merasakan hal yg sama. Bapak-bapak yg duduk didepan gw tepok-tepok tangan minta tolong. Eeh, anaknya yang disebelahnya tereak-tereak, "TOLOOONG...!! TOLOOOONG...!!".

Gw pun menoleh kebelakang, tempat bokap gw duduk. Gua lihat, dia sedang berdzikir. Gw pun langsung teringat, dan langsung membaca beberapa doa. Saat itu, detik itu, gw inget mati. Bener-bener nyeremin deh, astagfirullah...

Sesaat kemudian, datang si mas-mas dupan naek tangga darurat yg ada disebelah halilintar. Dia pun memberitahukan, "Maap ya semuanya, LISTRIKNYA MATI". Semua orang cangak. Gua apalagi.
Yep temen-temen... Gw NAEK HALILINTAR DAN LISTRIKNYA MATI

Ouch! Gw pun langsung bertanya, "Trus gimana mas??" Si masnya pun menjawab, "Yaudah, TURUN AJA."

Lw kira gampang apa turun dengan ketinggian lbh dr 10 m n sudut kemiringan lebih dr 20 derajat gini?! HAH?! umpat gw dalam hati. Akhirnya gw pun berusaha turun daan... alhamduillah gw sampe ditangganya. Gua pun turun lewat tangga sama si mas-masnya. Telah terjadi percakapan aneh antara gw dan si masnya...

Mas2 Dupan: "Mba, takut ya mbak??"
Gw: "Awalnya siih sekarang mah udah engga."
Mas2 Dupan: "Saya juga takut mbak"
Gw: *gubrak* "Hah?! Lho ko gitu mas?!"
Mas2 Dupan: "......."
Gw: (liat muka si mas2nya, PUCET ABIS)

Wkwkwkwk... Yah begitulah ternyata si mas2 yg tadinya dgn gampang nyuruh 'Yaudah TURUN AJAH' ternyata dia takut ketinggian....

Pokoknya abis maen itu bokap ama teteh pada KAPOK naek HALILINTAR lagi. Gw?? Hmmm...kapok ga yaaa... heheheehh kalo udh lama c kayaknya kaga deh. Hehehee...


Pokone abis itu kita sekeluarga pulang jam 8 malem dan LANGSUNG MENUJU BANDUNG karna harus menghandiri 2 undangan berturut-turut. Dan ternyata besoknyaaaa...gua, pergi ke 2 undangan, pake kebaya, dan GAK MANDI. Kinda awesome, huh??


Hepi Family Day!!

Minggu, 07 Desember 2008

doom...dooom!!...DOOOOM...DOOOMM!!!

"DOOOOM!!!"
Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan bulan desember ini.

Mo tau kenapa??
Karenaaaa...

1. ULANGAN MIPA PAKE B. INGGRIS finished.
2. FINAL-FREAKIN'-SUCKS!!! (9 - 15 Dec 08)
4. ULANGAN HARIAN MATEMATIKA YG DIKOMBINASIKAN DENGAN ULANGAN UMUM MATEMATIKA
3. REMEDIAL WEEK
4. PEMBAGIAN LAPORAN-HASIL-PEMBELAJARAN (ga tau kapan)


Fiiuuuh...
Mudah-mudahan gw bisa tabah menghadapi cobaan ini...
Amieeen...
Hiks...hiks...hiks...
Udah ah, mao belajar dolo...


*happy ied adha yawh! pesan gw: Ayo Berqurban!! Jangan sayang duit bwt Qurban! (lhoh??)

Rabu, 03 Desember 2008

Dia adalah titisan Obama

Masih inget postingan yang ini? Yupz, sekarang gw akan membahas tentang seseorang yg gw bicarakan di postingan yg itu.

Sebenernya kejadiannya udah agak lama c,, kira" seminggu yang lalu. Tapi gw br sempet nyeritainnya sekarang, mumpung lagi libuur... (padahal besok ulangan). Hehee...


Jadi begini, pada suatu hari kamis, kelas gw; XI IPA 7 seperti biasa abis istirahat akan ada pelajaran B. Indonesia. Kebiasaan gw, kalo mw pelajaran b.indo gw langsung buru" masang iket pinggang. Karena gurunya itu suka ngerazia gitu, rese sih. (anak smansa pasti tau lah gurunya siapa).

Setelah itu, pelajaran pun dimulai. Ternyata, materi hari itu adalah tentang memberi sambutan dalam pidato alias berpidato. Guru gw dengan nyantainya nyuruh anak" baca pidato sambutan singkat yang ada di buku dalam beberapa menit, trus nanti akan dia tunjuk beberapa anak buat maju kedepan mempidatokan ulang tanpa teks. Seketika, anak" kelas gw-termasuk gw-pun langsung diem en ngapalin entu pidato. Isi pidatonya sih tentang sambutan kepala sekolah tentang acara Jum'at Bersih. Intinya sih ngomentarin kebersihan di sekolah dan bla...bla... Yah, u know lah.

Beberapa menit pun berlalu, dan akhirnya guru gw, menunjuk beberapa temen gw untuk maju ke depan. Salah satu yg ditunjuk waktu itu adalah Rao, temen sekelas gw yang emang kayaknya terlahir untuk melucu, jd pas dia pidato dia malah bilang "Apakah ada tambahan dari penonton??" Dan seketika pun anak" kelas ketawa terbahak-bahak. Masa ada pidato yg minta tambahan dari yg ngedengerinnya?

Seusai terbahak-bahak oleh pidatonya Dik Rao (sebutan gw pd c Rao), guru gw pun menunjuk seseorang untuk maju. Ternyata yg ia tunjuk adalah: si Dancer Boy

Lalu si Dancer Boy (disingkat DB) pun berjalan ke depan kelas. Apakah dia akan menari lagi seperti waktu itu?? Ooow...ternyata... TIDAK. Rupanya belajar di kelas gw selama beberapa bulan memberinya pelajaran bahwa berjalan ke depan kelas dengan nge-dance itu sangatlah buruk dan berakibat ampe dimasukkin ke blog orang. (hehe)


Lalu mulailah si DB itu berpidato.
Dia mulai memegang microphone. Dan membuka mulutnya lebar.

"HELLOOOO..."

Anak-anak kelas pun menjawab, "Helloo..."

Ia pun mulai berkata lagi,
"Ok now, I want to talk about bla...bla...(im porget) in this..."

hening sebentar...

"SCHOOL!!"(seraya menunjuk meja dengan telunjuk dengan ekspresi lebai)

gw mulai merasakan feeling aneh. jangan-jangan tu anak mau bikin kehebohan lagi, pikir gw.

Trus dia ngomong lagi,

"Look at that! That is not clean!" (menunjuk ke lantai yang ada sampahnya) "You know what?! THAT IS NOT CLEAN!!"


Hening.

Tiba-tiba si DB menjatuhkan diri ke lantai lalu mengesot-ngesot sambil nunjuk-nunjuk sampah dan teriak-teriak,

"You see that?! You see this?! That is not clean!!! THAT IS NOT CLEEEAANNN!!!!!"

Seketika gelakan tawa membahana dikelas gw. Saking kerasnya suara tawa di kelas gw, gw ampe ga bisa ngedenger pidato tu anak lagi. Gw juga ngakak sekeras-kerasnya karena walo diketawain begitu, tu anak tetep ngesot-ngesot en teriak-teriak nunjuk-nunjukin sampah.

Hingga sampai titik klimaksnya, dia pun bangun, dan ngomong lagi,
"Ok now, we must to keep our school clean, yeah, CLEAN, What?!"

Anak-anak pun menjawab dengan serentak,
"CLEAN!!"

Lalu tiba-tiba dia teriak ala band emo yang lagi screamo,

"WHAAAOOOOO...!!!"

Anak-anak kelas pun tambah bising. Ada yg bilang, "YOU ROCK!!!" trus ada yang teriak, "YEAAAH...!!!"
Tapi tak tahu kenapa tiba-tiba anak" co kelas gw serentak teriak-teriak,

"OBAMA...!! OBAMAA...!!!"

Si DB pun tersenyum dan memasang muka METAL dan berkata untuk yang terakhir kalinya,
"That's all from me. Remember that, you must keep this school clean. Yeah, CLEAAN!! WHAT?!"

Anak" pun menjawab dengan serentak, "CLEAN!!"

Lalu dia pun langsung kembali ke tempat duduknya dengan santai. Tapi, beberapa anak masih teriak-teriak,

"OBAAMAA..!! OBAAMAA...!!"


Lalu gw,yang udah sakit perut dan keluar air mata gara" overload ngakak pun berpikir sejenak, mungkin benar, DIA ADALAH TITISAN OBAMA.


*salam jashevo!

Kamis, 20 November 2008

Ulangan fisika-ku yang menyayat hati...

*Bedeuuuhhh... judulnya ga nahan mameeen...
(ketauan bgd nih lebai modenya lagi on. Hwhwhww... :D)


Ok, dueh, let's start the story....
Jadi begini, ceritanya gw kan sekolah. Trus di sekolah itu gw belajar, nah, karena gw sekarang udah kelas 2 SMA, gw belajar fisika. Naah, di dalam pembelajaran fisika itu ada ulangan. (YAEYALAH!)

*Fokus li... FOKUS!!!

Ok, jd kesialan beruntun gw dimulai dari ulangan fisika bab 3, yang judul babnya itu APLLICATION OF NEWTON LAWS (kata c ibu wahyuli mah, artinya dah pada tau kan??). Yah, seperti biasa, bab itu berisi tentang setumpuk rumus dari hasil penemuan Oom Newton yang sekarang wajib kita pelajari.

Nah, menurut timetable pelajaran fisika yang sudah dibuat dengan terperinci dan dilaksanakan sepenuh hati (cuma sama c ibunya doang), ulangan bab 3 itu dilaksanakan pada tanggal 10 September 2008, yaitu bertepatan pada saat bulan puasa. Entah karena-lapar-atau-haus-atau-apalah, gw mulai melakukan suatu kebodohan yang fatal dalam mengisi soal ulangan itu.

Dan lebih fatalnya lagi, gw tidak mengecek lagi ulangan gw (entah karena-lapar-atau-haus-atau-apalah) dan langsung mengumpulkannya pada ibu wahyuli.

Ternyata, pada saat ulangan dibagikan, firasat buruk pun muncul... dan ternyata... gw dapeeet... 85, (alhamdulillah gak diher). Dan ternyata eh ternyata, gw check tuh ulangan mana yang salah. Gw pikir, mungkin gw salah nulis rumus, salah persepsi soal, or salah ngitung. Ternyata ow ternyata...

GW SALAH NULIS ANGKA

Yap! Gw ternyata SALAH NULIS ANGKA. Angka yang seharusnya gw tulis 4, gw malah nulis 5. Dan itu menyebabkan gw kehilangan 10 poin. Yaah, mungkin gw c ga terlalu mikirin nilai. Tapi yang gw kesel adalah, gw melakukan kesalahan yang SEPANTASNYA DILAKUKAN OLEH ANAK KELAS 1 SD. Ooow... itu sangat menyayat dan mengiris-iris hati dan otak gw... Oooowww.. so deeep...

Setelah kejadian so deep itu, gw mencoba bersabar, dan terus bersabar. Gw pikir mungkin hal itu terjadi karena faktor lapar-atau-haus-atau-apalah, dan gw mencoba lain kali kalo ulangan lagi jangan kaya gt...


Dan ternyata... Kesialan itu masih terus berlanjut.
Ulangan pun berlanjut ke BAB 4, yang berjudul SIMPLE HARMONIC MOTION (gerak harmonik sederhana). Isinya tentang pegas, dan bla-bla-blaa.
Dan seperti biasa, gw mengumpulkan ulangan pada si ibu wahyuli dengan perasaan biasa saja.

Pada saat dibagikan ulangan, gw deg-deg-an dan terus berharap semoga gw bs lolos dari lobang her. Dan alhamdulillah, gw ga diher. dan sebenernya skor gw hampir mendekati betul semua. Gw pun mencari titik kesalahan gw. Dan ternyata ow ternyata kesalahan gw kali ini...

Gw lupa nulis satuan dan gw nulis 'phi' kayak huruf 'n'

MEMANGNYA KENAPA KALO GAK PAKE SATUAN?? MEMANGNYA KENAPA KALO TULISAN SAYA JELEK?? gumam gw dalam hati.
Gw pun langsung protes pada c ibu. Dan ibu wahyuli, yang suaranya serak-serak becek nan seksi itu pun berkata dengan tegasnya, "Kan memang sudah peraturannya begitu."

Mendengar perkataan itu, hati gw sakit, sakiit sekali.
Saat itu juga, gw ingin sekali menjerit...

"OOH, EINSTEIN... APA DOSAKU PADAMU?!"

*sabar...li... sabar... nyebuuut...nyebuut...
Ahirnya gw pun beristighfar dan bersabar, dan pasrah pada Allah SWT. Mungkin, ulangan berikutnya, tak akan terulang lagi...


Ternyata oh ternyata, itu kan cuma MUNGKIN. Di ulangan bab 5 ini, gw melakukan kesalahan yang bodoh lagi. Yaitu,

Lupa membalikkan angka

Ok, ok, I have learned from my bad experience. Sekarang gw udah ga sakit hati lg. Gw udah kebal. Hati gw sudah membentuk sistem antibodi untuk melawan virus yang namanya kesialan, kecerobohan, dan keteledoran. Dan sekarang... dapat gw simpulkan dengan sebuah persamaan, yaitu:


3x ULANGAN FISIKA = 3x SAKIT HATI = TRIPLE MADESU


Dan ingatlah wahai kawan sekalian, bahwa experience is the best teacher, maka dari itu, belajarlah dari pengalaman kalian, baik itu pengalaman yg baik atau buruk.
*tapi teacher yang best belum tentu ber-experience lhoooh...

Hwhwhwhwhw...

Bye2

Minggu, 12 Oktober 2008

Silaturahmi... sampai ke Palembang??

Lebaran taun ini, cape bgt.
Soalnya selain mudik ke bandung, gw jg ke palembang.

Sebenernya dr bln puasa udah pada rencana kalo ntar lebaran keluarga besar dr nyokap gw, mau ke palembang. Niatnya c, mw jalan-jalan mw silaturahmi ma sodara jauh disono. Reaksi sodara" gw c pada semangat banget, soalnya rencananya mw nginep sampe seminggu. Tapi gw malah males bgd, soalnya:

Seminggu di palembang = Seminggu tidak main PS = rugi.

Bayangin aj, PS gw yg dikeluarin tiap libur panjang doang itu, harus gw tinggalkan sendirian di bandung. Dia sendirian, kelaparan, kedinginan. Ooooh...PSku... (lebaiii).

Boong deng. Sebenernya gw cm merasa rugi bgd cz berarti hari-hari keemasan gw maen PS harus hilang cm gara" ke palembang. Tapi yaaah... mau gmn lg. Masa gw ditinggalin sendirian di bandung? Sementara yg laen enak-enakan makan pempek??


Ahirna, berangkat jg keluarga kami ke palembang naik mobil. Berangkat jam 9 malem pas hr H lebaran pula. Memang sungguh semangat keluarga gw ini bwt kesono...

Perjalanan yg dilalui sungguh amat sangat melelahkan. Ditambah lg gw duduk dibelakang ditemenin barang-barang gr" nenek gw ikut ke mobil bokap.


ily, si kenek barang dadakan.

Ahirna kita sampe ke pelabuhan merak. Kita pun naik kapal ferry. Setelah beberapa jam nunggu di kapal, alhamdulillah kita mendarat di pulau sumatera. Kesan pertama pas masuk pulau sumatera adalah: Panas Bgt! Set dah, panasnya udah kayak jakarta aja.

Trus kita pun mampir ke toilet di pom bensin. Ternyata, hampir disemua pom bensin itu jorok" semua. Kata oom gw c, di sumatera emang pada jorok, trus orang"nya gak seramah di pulau jawa lg. Tp gw ga tau jg c... (maap y org sumatera!)


Alhamdulillah, dgn waku perjalanan krg lebih 12 jam, kita sekeluarga sampai di palembang. Trus qt nginep di hotel yg deket sama rmh sodara. Plus didiskon lg!
Besoknya, kita sekeluarga silaturahmi ke rumah" sodara. nih hasilnya:


Day 1
Kita ke rumah Kakek Jup n diundang makan" disono. Trus malemnya ke rumah Nenek Ni n makan" (lagi??) masakan padang yang mmm...leuwzat!! Restoran padang manapun kalah deh! Sayang, gw gak sempet moto.

Oia,,malemnya kita beli MARTABAK HAR. Isinya martabak full telor trus dikasih bumbu gulai gitu. Rasanya?? Deliciosooo...!! Tapi sayang, ga sempet dipoto si martabaknya udah keburu pgn masuk perut gw. Hhe...


Day 2
Hari ini nih yg spektakuler. You know why?? That's bcoz gw mau ke rumah sodara gw yang JAGO BIKIN PEMPEK!! Yeeey!! Gw ke rumah Kakek Pin. Doi emang bisnis pempek loh. Tapi yg buat c istrinya, Nenek Net. Dan hasilnya... setelah pulang darisana...

GW MABOK PEMPEK

Nih, beberapa makanan yg udah nyungsep ke perut gw:


PEMPEKku, lemak* nian dirimu...
*basa palembang. lemak = enak


TEKWAN, i'll be missing you...

Sebenernya cm makan ini doang c, tp yang bqn gw mabok pempek adalah porsi yg gw makan. Gw makan membabi buta dgn alasan, "mumpung di palembang".


Day 3
Hari ini kita pergi ke rumah Nenek Lok. Seperti biasa, suguhan khas palembang-krupuk ikan, pempek, lapis legit, ma'suba-disajikan terus menerus. Tapi gw cm sempet poto satu doang. Nih...


MA'SUBA; terbuat dr susu n telor. Dirumah msh banyak lho! Mau??

Rencananya c hr ini mau jalan" ke n poto" ke jembatan ampera. tp ga jadi deh. Hiks...


Day 4
Hari ini, hari terakhir di palembang. Trus sarapan pagi pake mie celor. Makanan khas palembang jg. Terbuat dr mie pake santen kaya kari gt tapi lebih kentel. Rasanya? hmmmm...kurang pas di lidah gw.


MIE CELOR, aku tak mau memakanmu lagi. (boong deng)

Trus, gara" rumah sodara semuanya udh pd dikunjungin, jd sekarang nganggur nih. Ahirnya qt makan MODEL deh didepan hotel. Eits, jgn salah sangka dl! Ini bkn Model dlm artian cewe seksi di catwalk. Model adalah Pempek yg dikasih tahu dalemnya trus dikuahin. Rasanya? Hmmm... Lemak nian galo!! (artinya: enak banget!!)


MODEL, gak seksi, tapi enak banget lhow...

Eeeh, ternyata hari ini mau makan" ke rumah Nenek Ni lagi. Seperti biasa, makan" lagi. Trus saat para orang tua makan, gw n sodara" gw yg masih ABG, jalan" ke Palembang Indah Mall (PIM). Tadinya mw ditraktir nonton Laskar Pelangi. Eeh tp tiketnya udah keburu abis.

Oia, waktu udh sampe PIM, gw turun mobil, twnya becek banget. Otomatis, gw jalan cepet" smbl menghindari becek. Eeh taunya JDUK!! Kepala gw kejedot kaca. Smua sodara gw bukannya nolongin malah ngetawain. Benjol pula pala gw. Duuh.. Nasiib...nasiiib.

Malemnya, kita sekeluarga poto" di jembatan ampera, n air mancur. Nih potonya...


Indahnyoooo...


Narsis, seperti biasa.


Wuidiiih... Indahnyooo...


Para ABG Palembang. Hhay


Air Mancur ditengah-tengah kota.


Badut Air Mancur.


Ada kebo di ampera??


Ahirnya, hari selasa pagi kita pulang ke bandung. Gw pulang ke bogornya br hr minggu subuh. Hhh...cape bgt. Alhamdulillah, kita sekeluarga sampe dgn selamat.

Thenkyou Palembang, Thenkyou sodara" gw di Palembang, and Thanks God!!

*ngomong" ini silaturahmi apa wisata kuliner ya??